MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
1.
Pengertian sumber daya manusia
Manajemen Sumber Daya
Manusia merupakan salah satu bidang ilmu yang dipelajari sebagai dasar
keilmuan. Sumber daya manusia menempati kedudukan yang paling strategis dan
penting diantara sumber-sumber daya lainnya.
Menejemen sumberdaya manusia tidak terlepas dari sebuah organisasi
baik kelompok maupun indifidu.menejmen sebagai perencana mengatur dan
pengawasan pembangunan. antara organisasi dan menenjmen adalah dua ilmu ibarat
dua sisimata uang yang tidak bisa terpisahkan antara satu dengan yang lainnya .
Kedua fenomena ilmu ini adalah suatu fenomena dalam masyarakat,
dimana setiap lini kegitan seseorang tidak terlepasdari organisasi dan
menenjmen yang terkait pelaksanaannya pengorgaqnisasian penggerakan serta
pengawasan.
Penjabaran ilmu menejmen
yang sangat menentukan adalah pendekatan multi deminsional yang bersentuhan
dengan politik, ekonomi hukum ,sosio kultural, dan teknologikal. dalam menejmen
yang sangat penting dalam struktur perencanaan efektif adalah penilaian sebuah
keputusan yang berkaitan dengan orientasi masa depan.
teori stimulus tergambar bahwa setiap cenderung terangsang untuk berubah dan berkembang dalam memenej diri atau kelompok. Penilaian diri dimana sebuah usaha menejmen manusia selalu berusaha dalam titik kedewasaan mental intelektual dan psikological. dengan berdasarkan psikologikal inti dari menenjmen bermuara pada sasaran, yang pada akhirnya akan menbdatangkan akses penilaian dan hasil yang maksimal sesuai perencanaan.
teori stimulus tergambar bahwa setiap cenderung terangsang untuk berubah dan berkembang dalam memenej diri atau kelompok. Penilaian diri dimana sebuah usaha menejmen manusia selalu berusaha dalam titik kedewasaan mental intelektual dan psikological. dengan berdasarkan psikologikal inti dari menenjmen bermuara pada sasaran, yang pada akhirnya akan menbdatangkan akses penilaian dan hasil yang maksimal sesuai perencanaan.
2. Definisi Manajemen
Sebuah organisasi baik itu organisasi yang baru ataupun yang lama
dalam menjalankan aktivitasnya perlu ditata agar dapat berjalan dengan baik dan
tujuannya dapat tercapai. Oleh karena itulah diperlukan manajemen yang baik.
Sebelum mendefinisikan manajemen, ada baiknya diuraikan terlebih
dahulu pemahaman pokok dari manajemen. Bila diperhatikan literatur manajemen,
maka akan tampak bahwa istilah manajemen akan mengandung tiga pemahaman, yaitu
:
1.
Manajemen sebagai proses
2.
Manajemen sebagai kolektivitas
orang-orang yang melaksanakan aktivitas manajemen
3.
Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu
Manajemen dikatakan sebagai suatu
proses, karena setiap orang yang menerapkan manajemen harus melaksanakan
kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan dalam mencapai tujuan.
Selanjutnya, manajemen dikatakan sebagai kolektivitas; orang-orang yang
melaksanakan aktivitas manajemen harus melaksakanannya secara kolektif.
Manajemen juga dapat dikatakan sebagai seni karena pencapaian tujuan yang
ditetapkan terlebih dahulu adalah dengan menggunakan kegiatan orang lain.
Manajemen dikatakan sebagai ilmu karena manajemen sebagai suatu bidang ilmu
pengetahuan berusaha secara sestematis untuk memahami mengapa dan bagaimana
manusia bekerja sama untuk mancapai tujuan, kemudian menerangkan gejala-gejala,
kejadian-kejadian, keadaan-keadaan dan memberikan penjelasan-penjelasan tentang
itu. Disamping itu sebagai ilmu pengetahuan, dalam penerapannya manajemen juga
membutuhkan disiplin ilmu-ilmu pengetahuan yang lain.
Seperti halnya banyak bidang studi
lain yang menyangkut manusia, manajemen sulit untuk di definisikan, dan dalam
kenyataannya, tidak ada definisi manajemen yang dapat diterima secara
universal. Walaupun begitu, peneliti mencoba untuk menerapkan beberapa pendapat
ahli yang mendefinisikan manajemen.
Menurut Richard L.Daft (2002:8) mendefinisikan
sebagai berikut:
Manajemen adalah pencapaian
sasaran-sasarn organisasi dengan cara yang efektif dan efisien melalui
perencanaan pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian sumberdaya
oragnisasi.
Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner
(2006:Organisasi.org)
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta penggunaan
sumua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai tujuan organisasi
yang telah ditetapkan sebelumnya.
Mulayu S.P. Hasibuan (2000:2) mengatakan bahwa :
Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemenfaatan sumber
daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk
mencapai satu tujuan.
Menurut T.Hani Handoko (2000:10) mendefinisikan manajemen sebagai
berikut:
Manajemen adalah bekerja dengan orang-orang untuk menentukan,
menginterpretasikan, dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan
fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan personalia,
pengarahan, kepemimpinan dan pengawasan.
Dari beberapa definisi para ahli seperti yang disebutkan di atas,
dapat diambil kesimpulan bahwa Manajemen adalah ilmu, seni, dan proses
perencanaan, perorganisasian, pengarahan, dan pengawasan sumber daya organisasi,
yang dilaksanakan dengan orang-orang untuk mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan.
Dari uraian-uraian di atas dipahami bahwa :
a) Manajemen
mempunyai tujuan yang ingin dicapai
b) Manajemen
merupakan kolaborasi antara ilmu, proses, dan seni
c)
Manajemen baru dapat diterapkan jika
ada dua orang lebih melakukan kerja sama dengan suatu organisasi
d)
Manajemen terdiri dari beberapa fungsi
yaitu : perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan
Selain itu menajemen pada dasarnya baru
dapat diterapkan, jika :
1.
Ada tujuan bersama dan kepentingan
yang sama yang akan dicapai.
2.
Ada kerja sama diantara sekelompok
orang dalam ikaatan formal dan ikatan tata tertib yang baik.
3.
Ada pembagian kerja, tugas dan
tanggung jawab yang teratur
4.
Ada organisasi untuk melakukan kerja
sama
Manajemen sangat penting untuk mengatur semua kegiatan dalam
kehidupan baik di rumah tangga, sekolah, organisasi, perusahaan,
yayasan-yayasan, pemerintahan dan lain sebagainya. Manajemen yang baik akan
menimbulkan pembinaan kerja sama akan serasi harmonis, saling
menghormati-mencintai sehingga tujuan dari organisasi akan tercapai secara
optimal.
3.
Fungsi
Manajemen Sumber Daya Manusia
A. Perencanaan Tenaga Kerja
Perencanaan
tenaga kerja merupakan operasi dari manajemen sumber daya manusia. Dengan
perencanaan tenaga kerja dimaksudkan ada upaya untuk merencanakan jumlah
dan jenis tenaga kerja yang tepat untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan guna
mencapai tujuan organisasi ini. Fungsi ini mulai Analisis pekerjaan, rekrutmen,
penempatan sampai pada orientasi pekerjaan.
Kegiatan
rekrutmen atau penarikan sumber daya manusia bertujuan agar organisasi dapat
memperoleh sumber daya manusia sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan. Aplikasi
kegiatan ini adalah dengan adanya seleksi yang dilakukan untuk dapat mengetahui
sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja.
Apabila sudah memenuhi syarat, maka tenaga kerja tersebut dapat ditempatkan
sesuai dengan keahliannya masing-masing.
B. Pengembangan Tenaga Kerja
Pengembangan
tenaga kerja merupakan suatu kondisi yang menunjukkan adanya
peningkatan–peningkatan kualitas tenaga kerja sehingga dapat mengurangi ketergantungan
organisasi untuk menarik karyawan baru. Adapun tujuan pengembangan Sumber Daya
Manusia diarahkan untuk merubah Sumber Daya Manusia yang potensial tersebut
menjadi tenaga kerja yang produktif, serta mampu dan terampil sehingga menjadi
efektif dan efisien dalam mencapai tujuan organisasi.
Pengembangan
tenaga kerja dapat dilakukan dengan mengadakan pendidikan dan latihan yang
rutin, promosi dan mutasi. Pendidikan dan latihan dilakukan agar tenaga
kerja dapat selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Promosi dapat digunakan untuk cara pengembangan tenaga kerja, karena promosi
merupakan perpindahan karyawan ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara mutasi
adalah perpindahan karyawan dari satu unit ke unit yang lain tanpa merubah jenjang
yang ada. Adanya mutasi ini diharapkan karyawan mempunyai multi skill.
Adanya
pengembangan tenaga kerja, baik melalui pendidikan dan latihan,
promosi maupun mutasi akan dapat memotivasi karyawan untuk mempunyai
kinerja yang baik sehingga dalam penilaian prestasi kerja dapat maksimal.
C. Penilaian Prestasi Kerja
Penilaian
prestasi kerja merupakan salah satu aspek yang penting dalam pengelolaan sumber
daya manusia. Dengan adanya penilaian prestasi kerja, maka dapat diketahui
karyawan yang mempunyai prestasi kerja yang baik maupun yang kurang. Hal ini
akan berdampak pada pemberian kompensasi.
D. Pemberian Kompensasi
Fungsi
pemberian kompensasi meliputi kegiatan pemberian balas jasa kepada para
karyawan. Kompensasi ini dapat berupa finansial maupun non finansial. Kegiatan
disini meliputi penentuan sistem kompensasi yang mampu mendorong prestasi
karyawan, dan juga menentukan besarnya kompensasi yang akan diterima oleh
masing–masing pekerja secara adil.
E. Pemeliharaan Tenaga Kerja
Di
dalam pemeliharaan tenaga kerja ada pelaksanaan aspek ekonomis dan non ekonomis
yang diharapkan dapat memberikan ketenangan kerja dan konsentrasi penuh bagi
pekerja guna menghasilkan prestasi kerja yang di harapkan oleh organisasi.
Aspek ekonomis berhubungan dengan pemberian kompensasi yang berupa gaji dan
bonus yang sebanding dengan hasil kerjanya. Aspek nonekonomis berupa
adanya jaminan kesehatan, kesejahteraan dan keamanan serta kenyamanan dalam
bekerja. Adanya kegiatan pemeliharaan tenaga kerja yang memadai akan
memperkecil adanya konflik antara tenaga kerja dengan pemberi kerja.
Dalam
pemeliharaan sumber daya manusia ada beberapa yang perlu dikaji antara lain
tentang kepuasan kerja karyawan, pengelolaan konflik, motivasi karyawan dan
komunikasi yang terjadi dalam organisasi.
F. Pemberhentian
Pemberhentian
adalah fungsi operatif terakhir manajemen sumber daya manusia. Fungsi
pemberhentian harus mendapat perhatian yang serius dari manajer SDM karena
telah diatur oleh undang-undang dan mengikat bagi perusahaan maupun karyawan.
Istilah pemberhentian atau separation, pemisahan adalah putusnya hubungan kerja
seseorang dari organisasi (perusahaan) yang disebabkan oleh keinginan karyawan,
keinginan organisasi, pensiun, aatau sebab-sebab lain yang diatur oleh undang-undang.
4.
Pengembangan
Sumber Daya Manusia
Kegiatan-kegiatan dalam fungsi pengembangan sumber daya manusia
ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan sumber daya
manusia yang telah dimiliki, sehingga tidak akan tertinggal oleh perkembangan
organisasi serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang berada dalam
fungsi ini adalah sebagai berikut:
1. Pelatihan dan
Pengembangan. Pelatihan dan pengembangan tenaga kerja dilakukan dengan
mengikutsertakan tenaga kerja tersebut dalm program pelatihan dan program pengembangan
dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan seorang tenaga
kerja, sehingga mampu menyesuaikan atau mengikuti perkembangan kebutuhan
organisasi.
2. Pengembangan
Karir. Pengembangan karir meliputi kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan
karir seorang tenaga kerja, baik dalam bentuk kenaikan pangkat maupun promosi
jabatan.
5. Pemeliharaan Sumber Daya Manusia
Kegiatan-kegiatan dalam fungsi pemeliharaan sumber daya manusia
ini ditujukan untuk memelihara keutuhan sumber daya manusia yang dimiliki.
Wujud dari hasil pemeliharaan sumber daya manusia ini adalah tumbuhnya rasa
betah dan mempunyai kemauan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya pada
organisasi.
Fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang berada dalam
fungsi ini adalah sebagai berikut :
1.
Kompensasi Jabatan.Kompensasi jabatan
meliputi usaha pemberian balas jasa atau kompensasi atas prestasi yang telah
diberikan oleh seorang tenaga kerja.
2.
Integrasi. Integrasi meliputi usaha
menciptakan kondisi integrasi atau persamaan kepentingan antara tenaga kerja
dengan organisasi, yang telah menyangkut masalah motivasi, kepentingan,
komunikasi, konflik dan konsensus.
3.
Hubungan Perburuhan. Hubungan
perburuhan dimulai dengan pembahasan masalah perjanjian kerja, perjanjian
perburuhan, kesepakatan kerja bersama, sampai penyelesaian perburuhan.
4.
Pemutusan Hubungan Kerja. Pemutusan
hubungan kerja menyangkut masalah pemutusan hubungan kerja.
Seluruh kegiatan
melalui fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia tersebut diarahkan untuk
mewujudkan sasaran pokok manajmen sumber daya manusia, yaitu mendayagunakan
secara optimal sumber daya manusia dalam suatu organisasi untuk terciptanya
suatu kondisi yang memenuhi semboyan The right man on the job at the right time yang lebih
dikenal dengan tiga tepat, tepat orang, tepat jabatan dan tepat waktu. Kondisi
semacam ini hanya mungkin terjadi bila setiap manusia di dalam organisasi
mencapai tingkat prestasi kerja yang tinggi. Dengan kata lain, sumber daya
manusia yang dimiliki maupun mengembangkan produktivitas kerja sampai pada
tingkat maksimal.
6. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia
·
Tujuan
Sosial
Tujuan
sosial manajemen sumber daya manusia adalah agar organisasi atau perusahaan
bertanggungjawab secara sosial dan etis terhadap keutuhan dan tantangan
masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.
·
Tujuan
Organisasional
Tujuan
organisasional adalah sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi
mencapai tujuannya.
·
Tujuan
Fungsional
Tujuan
fungsional adalah tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen sumber daya
manusia pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
·
Tujuan
Individual
Tujuan
individual adalah tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan
yang hendak mencapai melalui aktivitasnya dalam organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar