Sabtu, 22 April 2017

TUGAS 2.3. AKUNTANSI DI ASIA

AKUNTANSI DI ASIA

1.    JEPANG
Di Jepang, standar akuntansi harus tunduk kepada :
Ø Income Tax Law (Zeiko)
Income tax law menentukan pendapatankena pajak. Semua biaya dan catatan untuk tujuan pajakharus dimasukkan untuk tujuan pelaporan.
Ø Financial Accounting Standard Of Business Enterprises, yang berisi standar umum, standar laporan rugi laba dan standar neraca.
Ø Pernyatan dari audit Committee Of The Japanesse Institute Of Certified Public Accountant.
Perusahaan yang terdapat dipasar modal, wajib membuat neraca, laporan rugi laba, laporan bisnis, laba ditahan, serta cash flow dan supporting schedule. Tujuan dari laporan keuangan dijepang adalah untuk melindungi kreditor dan investor yang telah ada. Sebagian laporan keuangan disajikan dengan basis historical cost daan akrual. Securities dan exchange law mengharuskan perusahaan yang terdaftar dipasar modal membuat  laporan keuangan konsolidasi mengungkapkan kebijakan akuntansi yang digunakan pada laporan keuangan konsolidasi serta membuat laporan segmen berdasarkan pasar industri, geografi, dan penjualan.
JICPA merupakan organisasi profesi CPA di Jepang. Seluruh CPA harus menjadi anggota JICPA. Selain menyediakan tuntunan dalam pelaksanaan suatu audit, JICPA menerbitkan tuntunan implementasi dalam masalah – masalah akuntansi dan melakukan konsultasi dengan BADC dalam mengembangkan standar akuntansi. Standar auditing yang diterima secara umum (mirip dengan yang ada di Amerika Serikat), lebih disebarluaskan oleh BADC daripada oleh JICPA. Badan pengawas akuntan publik bersertifikat dan auditing didirikan pada tahun 2003. Sebagai lembaga pemerintah, badan tersebut dirancang untuk mengawasi dan memperhatikan profesi auditing dan meningkatkan kualitas auditing di Jepang.
Perubahan besar dalam penentapan standar akuntansi di Jepang terjadi pada tahun 2001 dengan pembentukkan badan standar akuntansi di Jepang (Accounting Standards Board of Japan – ASBJ) dan lembaga pengawasyang terkait dengannya yang dikenal sebagai lembaga standar akuntansi keuangan  (Financial Accounting Standards Foundation – FASF). Keduanya didirikan oleh 10 organisasi sektor swasta, termasuk JICPA, Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren), Bursa Efek Tokyo , dan tuntunan implementasi di masa depan.

2.    CINA
Cina memiliki seperempat penduduk dunia dan reformasi berorientasi pasar telah membantu dalam menghasilkan pertumbuhan ekonomi dari perenccanaan pusat bergaya Soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada dibawah kendali Partai Komunis. Untuk mencapai hal ini, pihak berwenang mengubah ke suatu sistem tanggung jawabrumah tangga dalam sektor pertanian dari sistem kolektif kuno, meningkatkan wewenang pejabat lokasi dan manajer – manajer pabrik dalam industri, mengizinkan bermacam – macam perusahaan berskala kecil dalam bidang jasa dan manufactur ringan, dan membuka perekonomian terhadap investasi dan perdagangan yang meningkat. Pada tahun 1993, para pemimpin Cina menyetujui reformasi jangka panjang tambahan yang ditujukan yang ditujukan untuk memberi fleksibilitas yang lebih banyak terhadap institusi – institusiberorientasi pasar. Karakter utama meliputi sistem kepemilikian berupa saham, privatisasi, perkembangan bursa efek terorganisir, dan pencatatan saham – saham perusahaan Cina pada dasar modal Barat. Namun demikian perusahaan – perusahaan negara masih terus mendominasi kebanyakan industri kunci dalam sebuah perekonomian yang disebut oleh Cina sebagai “Perekonomian Pasar Sosialis,” yaitu perekonomian terencana dengan adaptasi pasar.
Metode pembelian wajib digunakan untuk mencatatpenggabungan usaha dan goodwill harus dihapusbukukan selama tidak lebih dari 10 tahun. Metode ekuitas digunakan apabila kepemilikan terhadap perusahaan lain melebihi 20 persen. Konsolidasi proporsional digunakan untuk usaha patungan. Akun – akun anak perusahaan dikonsolidasikan apabila kepemilikan melebihi 50 persen dan atau terdapat kekuatan  untuk mngendalikan. Untuk anak perusahaan luar negeri, neraca ditranslasikan berdasarkan kurs nilai tukar akhir tahun, laporan laba rugi ditranlasikan pada kurs nilai tukar rata – rata sepanjang tahun, dan setiap perbedaan translasi disajikan sebagai cadangan dalam ekuitas.

3.    INDIA
Regulasi dan Pelaksanaan Akuntansi
a.    Akuntansi dipengaruhi oleh bangsa inggris
b.    Departemen Urusan Perusahaan pada tahun 1956 memperbaharui Akta Perusahaan yang berisikan Kitab Akuntansi. Menurut Akta tersebut, Kitab Akuntansi :
Ø  Harus memberikan sudut pandang yang adil dan sebenarnya menyangkut status urusan perusahaan
Ø  Harus tetap pada basis akrual sesuai dengan system akuntansi pencatatan ganda
c.    Lembaga yang bertanggungjawab atas izin profesi Akuntansi, pengembangan standart dan proses audit adalah The Institute of Chartered Accountant of India. Institute tersebut berencana untuk mengadopsi IFRS secara penuh tanpa modifikasi
d.   Standar Akuntansi India atau Indian Accounting Standards (AS) diterbitkan oleh Dewan Akuntansi Standar (Accounting Standards Board), Standart Asuransi dan Auditing atau(Auditing Assurance Standards) diterbitkan oleh Dewan Audit dan Asuransi Standar
e.    Pengawasan terhadap pasar modal ada pada Securities and Exchange Board of India(SEBI)

Pelaporan Keuangan
1.    Neraca dua tahun
2.    Laporan Laba Rugi
3.    Laporan Arus Kas
4.    Kebijakan Akuntansi dan Catatan

Pengukuran Akuntansi
Ø    Penggabungan
Ø    Untuk penggabungan usaha tidak ada standar akuntansinya, tetapi sebagian besar menggunakan metode pembelian, yang disebut dengan amalgamation
Ø    Goodwill
Ø    Dikapitalisasi, diamortisasi dan diuji impairmentnya (pengurangannya).
Ø    Penilaian asset tetap memakai nilai wajar dan harga perolehan, sedangkan asset tidak berwujud diamortisasi lebih dari 10 tahun
Ø    Biaya persediaan dihitung yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai yang dapat direalisasi, FIFO, dan rata-rata
Ø    Sewa pembiayaan dikapitalisasi dalam nilai lancar pasar dan didepresiasi terhadap masa penggunaan sewa
Ø    Sewa operasional dicatat sebagai biaya dengan metode garis lurus

SUMBER – SUMBER :
·         Choi, Frederick D.S. and Meek, Gary K. 2005. “Akuntansi Internasional”.Edisi Kelima, Buku kedua.Salemba Empat. Jakarta.

·         Heti Triaswati, Arief Wasisto, dan Mahfud Sholihin. 2004. “Akuntansi Internasional”. Edisi 2005/2006. BPFE-Yogyakarta : Yogyakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar