3.2.
PERTUMBUHAN EKONOMI KLASIK
Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik
Pada era sebelum tahun 1870 para ekonom mengemukakan bahwa
untuk mencapai pembangunan ekonomi yang tinggi dibutuhkan peran modal sebagai
bagian terpenting. Penggunaan modal tersebut untuk meningkatkan produksi dari
sisi penawaran yang tinggi, sehingga berdampak pada tingginya jumlah
permintaan. Namun dalam prakteknya, penawaran yang tinggi tersebut tidak
diimbangi oleh permintaan yang tinggi pula sehingga menimbulkan masalah seperti
kelebihan produksi, penganguran dan deflasi. Tokoh-tokoh pertumbuhan Klasik
yaitu Adam Smith, David Ricardo, Robert Malthus. Secara umum asumsi yang
digunakan Kaum Klasik yaitu perekonomian dalam keadaan full employment,
perekonomian terdiri dari dua sektor (produsen dan konsumen), tidak ada campur
tangan pemerintah dan perekonomian diserahkan ke mekanisme pasar.
Ada beberapa teori ini dikemukakan oleh Adam Smith, David
Ricardo dan Robert Malthus. Berikut ini
akan diuraikan satu per satu.
1.
Adam Smith
adalah ahli ekonomi yang menulis buku “The Wealth of Nation”
(kemakmuran suatu negara) yang sangat terkenal. Ia merupakan tokoh yang
mengemukakan pentingnya sistem ekonomi liberal (bebas), yakni sistem ekonomi
yang bebas dari campur tangan pemerintah yang diperkuat dengan semboyan
“Laissez Faire, Laissez Passer”. Adam Smith percaya bahwa dengan menggunakan
sistem ekonomi liberal (bebas), pertumbuhan ekonomi dapat dicapai secara
maksimum. Pertumbuhan ekonomi bisa dicapai dengan melibatkan dua unsur, yaitu:
·
Pertumbuhan penduduk.
·
Pertumbuhan output total.
Selanjutnya, pertumbuhan output yang berupa barang dan jasa
dipengaruhi oleh tiga komponen, yaitu :
1.
sumber-sumber alam.
2.
tenaga kerja
3.
jumlah persediaan barang.
Agar terjadi pertumbuhan output, sumber-sumber alam harus dikelola
oleh tenaga kerja dengan menggunakan barang modal. Sumber-sumber alam sangat
penting untuk menentukan pertumbuhan ekonomi, karena sumbersumber alam
merupakan batas maksimum output jika sudah dimanfaatkan secara maksimum.
Sumber-sumber alam mencapai batas maksimum apabila telah dikerjakan oleh tenaga
kerja yang handal dengan menggunakan barang modal yang cukup.
2.
David Ricardo
Pandangan Ricardo mengenai proses pertumbuhan ekonomi tidak jauh berbeda dengan pendapat Adam Smith yang berfokus pada laju pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output. Selain itu Ricardo juga mengungkapkan adanya keterbatasan faktor produksi tanah yang bersifat tetap sehingga akan menghambat proses pertumbuhan ekonomi. Proses pertumbuhan ekonomi menurut David Ricardo dalam buku Sadono Sukirno (2010) yaitu :
Pandangan Ricardo mengenai proses pertumbuhan ekonomi tidak jauh berbeda dengan pendapat Adam Smith yang berfokus pada laju pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan output. Selain itu Ricardo juga mengungkapkan adanya keterbatasan faktor produksi tanah yang bersifat tetap sehingga akan menghambat proses pertumbuhan ekonomi. Proses pertumbuhan ekonomi menurut David Ricardo dalam buku Sadono Sukirno (2010) yaitu :
1.
Pada permulaannya jumlah penduduk
rendah dan kekayaan alam masih melimpah sehingga para pengusaha memperoleh
keuntungan yang tinggi. Karena pembentukan modal tergantung pada keuntungan,
maka laba yang tinggi tersebut akan diikuti dengan pembentukan modal yang
tinggi pula. Pada tahap ini maka akan terjadi kenaikan produksi dan peningkatan
permintaan tenaga kerja.
2.
Pada tahapan kedua, karena jumlah tenaga kerja
diperkerjakan bertambah, maka upah akan naik dan kenaikan upah tersebut akan
mendorong pertambahan penduduk. Karena luas tanah tetap, maka makin lama tanah
yang digunakan mutunya akan semakin rendah. Akibatnya, setiap tambahan hasil
yang diciptakan oleh masingmasing pekerja akan semakin berkurang. Dengan
semakin terbatasnya jumlah tanah yang dibutuhkan, maka harga sewa lahan akan
semakin tinggi. Hal ini akan mengurangi keuntungan pengusaha yang menyebabkan
pengusaha tersebut mengurangi pembentukan modal dan menurunkan permintaan
tenaga kerja yang berakibat pada turunnya tingkat upah.
3.
Tahap ketiga ditandai dengan
menurunnya tingkat upah dan pada akhirnya akan berada pada tingkat minimal.
Pada tingkat ini, perekonomian akan mencapai stationary state. Pembentukan
modal baru tidak akan terjadi lagi karena sewa tanah yang sangat tinggi
menyebabkan pengusaha tidak memperoleh keuntungan.
Menurut Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, pertumbuhan ekonomi bergantung pada faktor-faktor produksi (Sadono Sukirno, 2010). Persamaannya adalah :
Y = f(K, L, R, T)
Y = tingkat pertumbuhan ekonomi
K = jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan
L = jumlah dan kualitas tenaga kerja yang digunakan
R = jumlah dan jenis kekayaan yang digunakan
T = tingkat teknologi yang digunakan
Menurut Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik, pertumbuhan ekonomi bergantung pada faktor-faktor produksi (Sadono Sukirno, 2010). Persamaannya adalah :
Y = f(K, L, R, T)
Y = tingkat pertumbuhan ekonomi
K = jumlah barang modal yang tersedia dan digunakan
L = jumlah dan kualitas tenaga kerja yang digunakan
R = jumlah dan jenis kekayaan yang digunakan
T = tingkat teknologi yang digunakan
3.
Robert Malthus
Dalam teorinya, Malthus mengemukakan penduduk akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi dimana pertambahan penduduk meningkat secara deret ukur sedangkan pertambahan bahan makanan meningkat secara deret hitung. Seperti halnya David Ricardo, Malthus berbeda pendapat dengan Smith yang belum menyadari hukum hasil yang semakin berkurang, perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi karena dapat memperluas pasar.
Sedangkan Ricardo dan Malthus, perkembangan penduduk yang berjalan dengan cepat akan memperbesar jumlah hingga menjadi dua kali lipat dalam satu generasi sehingga dapat menurunkan kembali tingkat pembangunan ekonomi ke taraf yang lebih rendah. Pada tingkat ini, pekerja akan menerima upah yang sangat minim atau upah subsisten (Sadono Sukirno, 2010).
Dalam teorinya, Malthus mengemukakan penduduk akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi dimana pertambahan penduduk meningkat secara deret ukur sedangkan pertambahan bahan makanan meningkat secara deret hitung. Seperti halnya David Ricardo, Malthus berbeda pendapat dengan Smith yang belum menyadari hukum hasil yang semakin berkurang, perkembangan penduduk akan mendorong pembangunan ekonomi karena dapat memperluas pasar.
Sedangkan Ricardo dan Malthus, perkembangan penduduk yang berjalan dengan cepat akan memperbesar jumlah hingga menjadi dua kali lipat dalam satu generasi sehingga dapat menurunkan kembali tingkat pembangunan ekonomi ke taraf yang lebih rendah. Pada tingkat ini, pekerja akan menerima upah yang sangat minim atau upah subsisten (Sadono Sukirno, 2010).
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar