Kamis, 14 Mei 2015

DIBALIK ANGKA 21


DIBALIK ANGKA 21
            Seneng rasanya pas tahu nilai tryout sudah sekuar, akupun berlari untuk melihat nilaiku dimading akupun mencari namaku dengan perasaan was – was mengelumutiku “ gimana dengan nilaiku aduh aku takut banget nih, takut nilaiku jelek “dengan wajah yang sangat khawatir dan ternyata kekhawatiran aku itu benar ternyata nilai aku sangat jelek sekali dan aku mendapatkan peringkat ke 21 dari keseluruhan siswa 30 dalam hati aku berkata “ ya allah kenapa nilai aku sangat buruk sekali aku sangat malu dengan teman – temanku semua kenapa semua ini bias terjadi kepadaku “ dengan raut wajah yang penuh dengan rasa kekecewaan.
            Rasanya aku lemas sekali dan tidak aku duga ternyata aku mendapatkan nilai yang begitu amat buruk, sampai aku terus bertanya – Tanya “ kenapa aku bias mendapatkan peringkat yang amat jauh “ muka yang penuh penyesalan menunjukan, ratna pun bertanya kepada melati, “ melati kamu dapet peringkat keberapa ? “
Melatipun menjawab sambil memasang muka yang penuh dengan rasa kecewa “ aku mendapatkan peringkat ke 21”
Ratna pun terkejut mendengar melati “ melati ko kamu bias mendapatkan peringkat ke 21 ? memangnya kamu tidak belajar “
Melati pun menjawab dengan raut wajah yang sangat kecewa “ aku tidak tahu ! aku belajar ko”
“ tidak apa – apa melati aku juga mendapatkan peringkat 12 ko “
Melati menjawab dengan raut wajah sedih “ iya kamu masih mending ratna mendapatkan peringkat ke 12 sementara aku mendapatkan peringkat ke 21”
Ratna pun segera meninggalkan mading dan bergabung dengan teman – teman yang lain aku pun terus melihat nilaiku yang di tempelkan dimading yang hasilnya tidak memuaskan itu.
            Aku mendengar ratna yang sedang berbicara dengan teman – temannya itu, sedang membicarakan aku, ratna berkata “ ya ampun kalian tahu engga ? si melati mendapatkan peringkat ke 21, kasian banget iya “
Aku merasa dikucilkan dengan peringkatku yang ke 21, dan nilaiku yang tidak bagus, aku seperti topik utama yang menjadi pembicaraan teman – temanku, sampai aku berjalan didepan teman – temanku masih saja teman – temanku membicarakan aku, aku seperti di buli dengan angka 21 itu, sampai aku pilang kerumah masih saja aku mendengarnya di jalan sampai aku berkata “ ya  allah sampe sehina itukah aku dimata teman – temanku yang selalu membicarakan aku “ mulai hari ini, detik ini aku sangat membenci angka 21, di angka 21 ini aku menjadi berita terhangat di teman – temanku angka 21 ini angka yang kubenci, dengan mendapatkan angka ke 21 aku jadi malu dan aku terus memikirkannya “ bagaimana besok aku sekolah, sampai aku tidak bias tidur, aku terus memikirkannya “.
            Pagipun tiba aku sangat malu kepada teman – temanku, ketakutan it uterus menghantuiku, ternyata kekhawatiranku benar sekali pas aku sampai di sekolah teman – temanku masih saja membicarakan soal nilai itu, aku tahu teman – temanku tidak mendapatkan peringkat yang buruk  tetapi kenapa teman – temanku masih saja membicarakan peringkatku yang buruk itu, coba saja kalo peringkat ini ada di kalian pasti perasaan kalian sangat kecewa, kenapa kalian tidak pernah berfikir perasaan ku yang setiap hari harus kalian bicarakan, aku sangat merasa direndahkan sama kalian, tetapi teman – temanku tak pernah mau sadar, tak apalah mungkin nanti angka 21 ini akan menjadi angka keberuntungan bukan angka yang sangat buruk bagiku, mungkin sekarang ini aku belum beruntung, sutu hari, dua hari, sampai seminggu pasti teman – temanku belum bosan membicarakan aku, aku yakin dua minggu yang akan datang berita itu sudah tidak ada lagi dan seolah tidak di bicarakan lagi.
            Aku kan tetap tersenyum walau hati terasa sakit, luka ini akan aku obati dengan senyuman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar