DIBALIK
ANGKA 21
Seneng
rasanya pas tahu nilai tryout sudah sekuar, akupun berlari untuk melihat
nilaiku dimading akupun mencari namaku dengan perasaan was – was mengelumutiku
“ gimana dengan nilaiku aduh aku takut banget nih, takut nilaiku jelek “dengan
wajah yang sangat khawatir dan ternyata kekhawatiran aku itu benar ternyata
nilai aku sangat jelek sekali dan aku mendapatkan peringkat ke 21 dari
keseluruhan siswa 30 dalam hati aku berkata “ ya allah kenapa nilai aku sangat
buruk sekali aku sangat malu dengan teman – temanku semua kenapa semua ini bias
terjadi kepadaku “ dengan raut wajah yang penuh dengan rasa kekecewaan.
Rasanya aku
lemas sekali dan tidak aku duga ternyata aku mendapatkan nilai yang begitu amat
buruk, sampai aku terus bertanya – Tanya “ kenapa aku bias mendapatkan
peringkat yang amat jauh “ muka yang penuh penyesalan menunjukan, ratna pun
bertanya kepada melati, “ melati kamu dapet peringkat keberapa ? “
Melatipun menjawab sambil memasang muka yang penuh dengan
rasa kecewa “ aku mendapatkan peringkat ke 21”
Ratna pun terkejut mendengar melati “ melati ko kamu bias
mendapatkan peringkat ke 21 ? memangnya kamu tidak belajar “
Melati pun menjawab dengan raut wajah yang sangat kecewa “
aku tidak tahu ! aku belajar ko”
“ tidak apa – apa melati aku juga mendapatkan peringkat 12 ko
“
Melati menjawab dengan raut wajah sedih “ iya kamu masih
mending ratna mendapatkan peringkat ke 12 sementara aku mendapatkan peringkat
ke 21”
Ratna pun segera meninggalkan mading dan bergabung dengan
teman – teman yang lain aku pun terus melihat nilaiku yang di tempelkan
dimading yang hasilnya tidak memuaskan itu.
Aku
mendengar ratna yang sedang berbicara dengan teman – temannya itu, sedang
membicarakan aku, ratna berkata “ ya ampun kalian tahu engga ? si melati mendapatkan
peringkat ke 21, kasian banget iya “
Aku merasa dikucilkan dengan peringkatku yang ke 21, dan
nilaiku yang tidak bagus, aku seperti topik utama yang menjadi pembicaraan
teman – temanku, sampai aku berjalan didepan teman – temanku masih saja teman –
temanku membicarakan aku, aku seperti di buli dengan angka 21 itu, sampai aku
pilang kerumah masih saja aku mendengarnya di jalan sampai aku berkata “ ya allah sampe sehina itukah aku dimata teman –
temanku yang selalu membicarakan aku “ mulai hari ini, detik ini aku sangat
membenci angka 21, di angka 21 ini aku menjadi berita terhangat di teman –
temanku angka 21 ini angka yang kubenci, dengan mendapatkan angka ke 21 aku
jadi malu dan aku terus memikirkannya “ bagaimana besok aku sekolah, sampai aku
tidak bias tidur, aku terus memikirkannya “.
Pagipun tiba
aku sangat malu kepada teman – temanku, ketakutan it uterus menghantuiku,
ternyata kekhawatiranku benar sekali pas aku sampai di sekolah teman – temanku
masih saja membicarakan soal nilai itu, aku tahu teman – temanku tidak
mendapatkan peringkat yang buruk tetapi
kenapa teman – temanku masih saja membicarakan peringkatku yang buruk itu, coba
saja kalo peringkat ini ada di kalian pasti perasaan kalian sangat kecewa,
kenapa kalian tidak pernah berfikir perasaan ku yang setiap hari harus kalian
bicarakan, aku sangat merasa direndahkan sama kalian, tetapi teman – temanku
tak pernah mau sadar, tak apalah mungkin nanti angka 21 ini akan menjadi angka
keberuntungan bukan angka yang sangat buruk bagiku, mungkin sekarang ini aku
belum beruntung, sutu hari, dua hari, sampai seminggu pasti teman – temanku
belum bosan membicarakan aku, aku yakin dua minggu yang akan datang berita itu
sudah tidak ada lagi dan seolah tidak di bicarakan lagi.
Aku kan
tetap tersenyum walau hati terasa sakit, luka ini akan aku obati dengan
senyuman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar