Senin, 19 Oktober 2015

KONSEP BERFIKIR DEDUKTIF

KONSEP BERFIKIR DEDUKTIF
Pengertian berpikir deduktif
Berpikir adalah berbicara dengan diri sendiri mempertimbangkan, menganalisa dan membuktikan, bertanya mengapa dan untuk apa sesuatu terjadi. Orang yang berbahagia dan tenteram hidupnya ialah orang yang memikirkan setiap langkahnya secara akal sehat dan tepat. Beberapa ahli menyebut cara berpikir dengan istilah top-down (pendekatan induktif) dan bottom-up (pendekatan deduktif). Kedua cara berpikir tersebut diimplementasikan dalam pengembangan ilmu yang berbeda. Pengetahuan yang dipergunakan dalam penalaran pada dasarnya bersumber pada rasio atau fakta. Mereka yang berpendapat bahwa rasio adalah sumber kebenaran mengembangkan paham rasionalisme, sedangkan mereka yang menyatakan bahwa fakta yang tertangkap lewat pengalaman manusia merupakan sumber kebenaran mengembangkan paham empirisme. Pada makalah ini akan dibahas peranan berfikir deduktif dan induktif terhadap ilmu pengetahuan dan matematika.

Berikut ini beberapa pendapat mengenai pengertian deduktif
1.    Menurut Jujun S Suriasumantri
Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan.
2.    Menurut Wikipedia
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
3.     Menurut Diktat Universitas Sumatera Utara
Deduksi merupakan proses pengambilan kesimpulan sebagai akibat dari alasan-alasan yang diajukan berdasarkan hasil analisis data.
4.    Menurut Santoso
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.

Pengertian Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Sudah tahu kan? hehe, sekarang kita masuk ke Jenis-jenis Silogisme.
Jenis-jenis Silogisme
1.    Silogisme Kategorial
2.    Silogisme Hipotetik
3.    Silogisme Alternatif
4.    Entimen
5.    Silogisme Disjungtif

1.    Silogisme Kategorial
Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor ( premis yang termnya menjadi subjek). Yang menghubungkan di antara kedua premis tersebut adalah term penengah (middle term). Contoh:
Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor/ Premis Umum)
Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor / Premis Khusus).
Akasia membutuhkan air (Konklusi / Kesimpulan

2.    Silogisme Hipotetik
Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Contoh:
Jika hujan saya naik becak.(mayor)
Sekarang hujan.(minor)
Saya naik becak (konklusi)

3.    Silogisme Alternatif
Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain Contoh:
Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
Nenek Sumi berada di Bandung.
Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.

4.    Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian deduktif adalah pengambilan kesimpulan untuk suatu atau beberapa kasus khusus yang didasarkan kepada suatu fakta umum. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.


Sumber :
http://blog.unsri.ac.id/diana_purnamasari/filsafat-ilmu/berpikir-induktif-deduktif/mrdetail/168506/
http://dhaniharjay.blogspot.co.id/2013/04/berpikir-deduktif.html
https://rismarhaesa15.wordpress.com/2015/03/28/pengertian-penalaran-deduktif-dan-induktif-beserta-contoh-dan-ciri-cirinya/

Sabtu, 17 Oktober 2015

Penalaran Ilmiah



 Penalaran Ilmiah

  
Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Ciri-ciri Penalaran :
1. Adanya suatu pola berpikir yang secara luas dapat disebut logika (penalaran merupakan suatu proses berpikir logis).
2.  Sifat analitik dari proses berpikir. Analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Perasaan intuisi merupakan cara berpikir secara analitik.

Penulisan ilmiah
        suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu. Informasi yang berasal dari data primer yaitu didapatkan dan dikumpulkan langsung dan belum diolah dari sumbernya seperti tes, kuisioner, wawancara, pengamatan / observasi. Informasi tersebut dapat juga berasal dari data sekunder yaitu telah dikumpulkan dan diolah oleh orang lain, seperti melalui dokumen (laporan), hasil penalitian, jurnal, majalah maupun buku.

Karya tulis ilmiah
tulisan yang didasari oleh pengamatan, peninjauan atau penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Atas dasar itu, sebuah karya tulis ilmiah harus memenuhi tiga syarat:
1.     Isi kajiannya berada pada lingkup pengetahuan ilmiah
2.      Langkah pengerjaannya dijiwai atau menggunakan metode ilmiah
3.     Sosok tampilannya sesuai da telah memenuhi persyaratan sebagai suatu sosok tulisan keilmuan.

Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa penalaran menjadi bagian penting dalam proses melahirkan sebuah karya ilmiah. Penalaran dimaksud adalah penalaran logis yang mengesampingkan unsur emosi, sentimen pribadi atau sentimen kelompok. Oleh karena itu, dalam menyusun karya ilmiah metode berpikir keilmuan yang menggabungkan cara berpikir/penalaran induktif dan deduktif, sama sekali tidak dapat ditinggalkan.

Metode berpikir keilmuan sendiri selalu ditandai dengan adanya:
a.     Argumentasi teoritik yang benar, sahih dan relevan
b.      Dukungan fakta empiric
c.      Analisis kajia yang mempertautkan antara argumentasi teoritik dengan fakta empirik terhadap permasalahan yang dikaji.

Penalaran dalam suatu karangan ilmiah mencakup 5 aspek/matra. Kelima aspek tersebut adalah:
A.   Aspek keterkaitan
Aspek keterkaitan adalah hubungan antarbagian yang satu dengan yang lain dalam suatu karangan. Artinya, bagian-bagian dalam karangan ilmiah harus berkaitan satu sama lain. Pada pendahuluan misalnya, antara latar belakang masalah – rumusan masalah – tujuan – dan manfaat harus berkaitan. Rumusan masalah juga harus berkaitan dengan bagian landasan teori, harus berkaitan dengan pembahasan, dan harus berkaitan juga dengan kesimpulan.

B.   Aspek urutan
Aspek urutan adalah pola urutan tentang sesuatu yang harus didahulukan/ditampilkan kemudian (dari hal yang paling mendasar ke hal yang bersifat pengembangan). Suatu karangan ilmiah harus mengikuti urutan pola pikir tertentu.Pada bagian Pendahuluan, dipaparkan dasar-dasar berpikir secara umum. Landasan teori merupakan paparan kerangka analisis yang akan dipakai untuk membahas. Baru setelah itu persoalan dibahas secara detail dan lengkap. Di akhir pembahasan disajikan kesimpulan atas pembahasan sekaligus sebagai penutup karangan ilmiah


C.   Aspek argumentasi
Yaitu bagaimana hubungan bagian yang menyatakan fakta, analisis terhadap fakta, pembuktian suatu pernyataan, dan kesimpulan dari hal yang telah dibuktikan. Hampir sebagian besar isi karangan ilmiah menyajikan argumen-argumen mengapa masalah tersebut perlu dibahas (pendahuluan), pendapat-pendapat/temuan-temuan dalam analisis harus memuat argumen-argumen yang lengkap dan mendalam.

D.    Aspek teknik penyusunan
Yaitu bagaimana pola penyusunan yang dipakai, apakah digunakan secara konsisten. Karangan ilmiah harus disusun dengan pola penyusunan tertentu, dan teknik ini bersifat baku dan universal.

E.    Aspek bahasa
Yaitu bagaimana penggunaan bahasa dalam karangan tersebut? baik dan benar? Baku? Karangan ilmiah disusun dengan bahasa yang baik, benar dan ilmiah. Penggunaan bahasa yang tidak tepat justru akan mengurangi kadar keilmiahan suatu karya sastra lebih-lebih untuk karangan ilmiah akademis.

Sumber :
http://triicecsfabregas.blogspot.co.id/2014/04/konsep-penalaran-ilmiah-dalam-kaitannya.html

Senin, 08 Juni 2015

DOMBA DAN SERIGALA JATUH CINTA



DOMBA DAN SERIGALA JATUH CINTA
            Pada suatu hari dipadang rumput yang indah datenglah sekelompok domba dan satu serigala, domba – domba itu memakan rumput yang indah itu. Tetapi ada satu domba yang sedang memakan rumput yang jauh dari kelompoknya, dia tidak menyadari rumput yang sedang dia nikmati rupanya ada seekor satu serigala. Domba itu pun tetap menikmati makanannya walaupun ada satu serigala yang sedang mengintainya perlahan – lahan serigala itu mendekatai domba, akhirnya domba itu menyadarinya bahwa dia sedang diincar untuk menjadi makanan serigala, domba itu berlari kearah hutan tanpa dia sadari dia sudah memasuki hutan sangat dalam , domba yang sedang berusaha berlari dari serigala itu sudah kelelahan rupanya serigala itu masih mengejarnya tanpa dia sadari didepannya ada sebuah lubang yang besar dan sangat dalam akhirnya domba yang sedang berlari itu pun jatuh kelubang itu tidak lama domba itu pun jatuh serigala yang mengejar domba pun ikut jatuh ke lubang yang sama. Domba dan serigala pun bingung bagaimana dia harus naik keatas, berhari – hari dia berada didalam lubang itu domba dan serigala pun mulai kelaparan domba pun berkata
Domba “ Serigala sudah berapa lama kita terjebak disini ? “
Serigala “ Aku tidak tahu !!! “
Domba “ Kenapa kau tidak makan aku aja serigala ? “
Serigala “ Tidak tahu sejak aku jatuh ke lubang ini bersamamu aku sudah berjanji tidak akan memakan kau domba “
Domba “ Kenapa, padahal dari awal dan sampai sejauh ini kau mengejarku untuk kau makan aku kan ?
Serigala “ Tidak aku tidak sanggup untuk memakan kamu domba karena aku menyukaimu
Domba “ Aku ini bukanlah serigala aku ini hanyalah domba, domba ini hanya untuk santapanmu jika kau lapar serigala ? “
Serigala “ Sampai kapan pun kau dan aku terjebak disini aku tidak akan memakanmu sampai matipun aku tidak akan memakanmu “
Serigala “ bagaimana denganmu domba apakah kau mencintaiku juga… ? “
Domba “ Aku juga mencintaimu serigala, tapi kita ini berbeda aku takut perbedaan kita ini menjadi penghalang buat kita berdua “
Serigala “ Aku akan tetap mencintaimu domba walau maut memisahkan kita. “
          Hari – hari mulai berlalu ia lewati berdua didalam lubang itu, domba dan serigala mulai kelaparan, kehausan dan sampai kurus kering serigala pun berkata
Serigala “ Domba rupanya kau mulai lapar dan haus sampai kau kurus seperti ini, maafkan aku yang tidak bisa mencarikanmu rumput untuk kau makan ? “
Domba “ Bagaimana kau mau mencarikan ku rumput kau saja tidak bisa untuk mencari makananmu, bagaimana kau bisa mencari makanan untuk ku “
Domba “ Lebih baik kau makan saja aku serigala ? “
Serigala “ Aku bilang aku tidak akan memakanmu domba, lebih baik aku mati bersamamu ? “
Domba “ Tidak, aku ingin melihatmu hidup maka makanlah aku, jika kau benar sangat mencintai aku dan sangat sayang padaku maka makan lah aku, aku mohon “
Serigala “ lebih baik kau yang makan aku, aku tidak sanggup memakanmu “
          Tidak lama kemudian domba itu sakit karna kelaperan dan kehausan serigala berkata
Serigala “ Ada apa denganmu domba ?, kumohon… jangan tinggalkan aku domba ? “
Domba “ maafkan aku serigala aku tidak bisa menemanimu disini, aku tidak kuat lagi sepertinya aku harus pergi jauh dan tidak akan kembali lagi “
Serigala “ Domba aku mohon jangan pernah tinggalkan aku disini aku sangat – sangat mencintaimu domba ? “
Domba “ Aku tidak bisa menemanimu lebih lama karna aku harus pergi, aku hanya minta satu permohonan ? “
Domba “ Makanlah aku jika kau makan aku, aku sangat senang sekali dan aku akan mengenangmu dalam hudupku “
Serigala “ baiklah jika itu permintaanmu aku akan memakanmu… jika itu membuatmu bahagia…
Domba “ Terimakasih serigala cinta ini akan terus aku kenang dan akan selalu aku ingat “
Serigala “ Maafkan aku domba “
          Akhirnya serigalapun memakan domba itu dan cintanya itu selalu ada pengorbanan tidak lama serigala memakan domba, serigala menemukan untuk jalan ia keluar dari lubang itu, ia pun berhasil keluar dari lubang itu dan ia pun bergembira tetapi ia menyesal karna sudah memakan domba yang ia cintai itu.
          Serigala pun segera pergi dari tempat itu dan dia pergi jauh, serigala itu hanya membawa cintanya didalam hatinya.
TAMAT

PERPISAHAN



   PERPISAHAN
Perpisahan terlalu berat untuk dijalani
Masa SMA kita menjadi kenangan abadi
Tenanglah kawan kita akan berjumpa lagi
Bawalah kenanganku ini sebagai bingkisan abadi
                                    Sedih rasanya meninggalkan kenangan kita disekolah
                                    Terlalu sulit melepaskan kenangan kita
                                    Bersama kenakalan dan kebaikan menjadi
                                    Suka duka melawan guru dan tak patuh Perintahnya
                                    maafkan kami
Sebenarnya kami menyayangimu guru
Di hari perpisahan ku berikan senyuman Kepada adik kelasku
Janganlah menjadi pereman di dalam kelas
Hormati gurumu sayangi temanmu
   Beda rasanya tak pakai putih abu – abu
   Biasanya pergi sekolah salam bapak ibu
   Ku rindukan kelas
   Tapi tak mungkin terulang