Aprianingsih
21213199
1EB23
SISTEM PEREKONOMIAN SOSIALIS
Pengertian Sistem Perekonomian Sosialis
Sosialisme
adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar
kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur
tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata
kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai
hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik,
telekomunikasi, gas lng, dan lain sebagainya.
Dalam
sistem ekonomi sosialisme atau sosialis, mekanisme pasar dalam hal permintaan
dan penawaran terhadap harga dan kuantitas masih berlaku. Pemerintah mengatur
berbagai hal dalam ekonomi untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat.
Sistem
ekonomi sosialis mengikuti tiga prinsip yang berbeda dengan sistem ekonomi
sebelumnya yaitu :
1. Mewujudkan kesamaan secara riil.
2. Menghapus kepemilikan individu sama sekali atau sebagian saja.
3. Mengatur produksi dan distribusi secara kolektif.
Sejarah Sistem
Ekonomi Sosialis
Eropa
baru saja menyelesaikan ‘perang’ antara kapitalisme dan rezim feodalisme.
Sebelumnya, sejarah masyarakat eropa lebih didominasi oleh kaum bangsawan dan
feodal. Kelas masyarakat inilah yang telah lama menancapkan kuku penjajahannya
pada masyarakat bawah. Namun, setelah sekian lama tertindas, akhirnya lahirlah
kekuatan baru bernama kaum kapitalis yang berusaha meruntuhkan otoritarianisme
kaum feodal. Hal ini ditandai dengan lahirnya Renaisance di eropa. Era ini
menandai lepasnya masyarakat eropa dari ‘zaman kegelapan’ yang lebih didominasi
oleh kaum feodal.
Era
pencerahan dimulai dengan ditemukannya mesin cetak oleh Johan Guttenberg pada
abad ke-15 M. Hadirnya mesin cetak ini mampu merubah kondisi sosial-budaya
masyarakat eropa saat itu, terutama dalam produksi. Dengan mesin cetak,
produksi buku akhirnya bisa dilakukan secara massal, setelah sebelumnya
bersifat manual menggunakan tangan atau menulis di atas batu. Pola manual ini
jelas sangat melelahkan dan tidak efektif untuk meningkatkan produksi tulisan.
Ditemukannya
mesin cetak ini merupakan fenomena revolusioner yang mampu mendobrak kebutuhan
bahan produksi selama berabad-abad. Mesin cetak adalah faktor utama terjadinya
akselerasi peningkatan produksi buku dan bacaan. Fenomena ini berimplikasi pada
lahirnya era komunikasi. Dengan banyaknya kuantitas buku yang dicetak, semua
orang terpicu untuk saling tukar ide dan pikiran.
Maraknya
diskusi dan pertukaran ide ini ternyata membawa akibat fatal terhadap rezim
bangsawan. Budaya kritis masyarakat semakin terasah, sehingga mampu membongkar
segala macam kebusukan dan kebobrokan kaum feodal, sekaligus meruntuhkan mitos
surgawi yang diwartakan para raja. Revolusi teknologi itulah yang akhirnya
menjadi titik tolak terjadinya perubahan-perubahan di masyarakat. Fakta yang
lebih jelas sebagai konsekuensi munculnya revolusi teknologi ini melahirkan apa
yang dinamakan dengan Engels Revolusi Industri, yaitu terjadinya perubahan
mendasar dari sistem pertanian ke sistem perindustrian. Ketika revolusi
industri terjadi, selanjutnya diikuti dengan lahirnya revolusi sosial, salah
satunya adalah Revolusi Perancis. Penindasan terhadap kaum buruh oleh kaum
Borjuis inilah yang mampu mendorong para pemikir untuk berupaya melahirkan
sistem baru yang mampu mengangkat keterpurukan kaum proletarian dari penindasan
kaum kapital. Salah satu tokoh yang peduli dengan nasib kaum buruh pada waktu
itu adalah Karl Marx yang menawarkan konsep sistem ekonomi sosialis.
Sistem
masyarakat yang ada pada masa Karl Marx, sebenarnya merupakan akibat dari
kondisi ekonomi, dimana perubahan-perubahan yang dialami sistem tersebut
semata-mata bisa dikembalikan kepada satu sebab, yaitu perjuangan kelas (class
struggle) dalam rangka memperbaiki kondisi kelas tersebut secara materi.
Sejarah telah menceritakan kepada kita, bahwa perjuangan ini ketika itu selalu
berakhir dengan satu bentuk, yaitu menangnya kelas yang lebih dominan jumlahnya
dan lebih jelek kondisinya atas kelas orang-orang kaya dan kelas yang jumlahnya
lebih sedikit. Inilah yang kemudian disebut dengan hukum Dialektika Sosial.
Dimana, hukum ini masih bisa berlaku untuk masa-masa mendatang, sebagaimana
hukum ini sebelumnya pernah terjadi.
Ekonomi
sosialis memiliki beberapa prinsip dasar. Diantaranya adalah otoritas suatu
negara untuk menguasai semua aset masyarakat. Di sini regulasi seputar ekonomi
serta kepemilikan harta dilakukan oleh pemerintah. Prinsip lain adalah keseteraan
ekonomi. Maksudnya, masyarakat tidak bekerja untuk pribadi, mereka hanyalah
pegawai pemerintah yang gajinya berasal dari keringat mereka sendiri. Prinsip
lainnya adalah tentang disiplin politik. Di negara yang menganut sistem ekonomi
sosialis, parlemen sebagai lembaga yang berhak membuat konstitusi dan regulasi
dikuasai oleh kaum proletarian atau kaum buruh. Mereka ditempatkan oleh
partai-partai guna membuat regulasi yang cenderung berpihak pada kaum buruh
sebagai representasi kaum sosialis.
Ciri-ciri sistem
ekonomi Sosialis
Ø Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
1. Masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sedang
individu-individu fiksi belaka.
2. Tidak ada pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis.
3. Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap
pengawasan.
4. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh
negara.
5. Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme
(masyarakat sosialis).
6. Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran
individualisme (masyarakat kapitalis).
Ø Peran pemerintah sangat kuat
Ø Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi
Kelebihan dan Kelemahan Sistem Sosialis
Dalam praktiknya, sebuah sistem ekonomi yang
diterapkan guna mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat
tidak lepas dari dua sisi yang bertolak belakang, yaitu kelebihan dan
kekurangannya. Demikian juga dalam sistemekonomi sosialis. Diantara kelebihan
sistem ekonomi sosialis adalah disediakannya kebutuhan pokok bagi masyarakat,
hal itu didasarkan perencanaan negara, dan semua hasil produksi akan dikelola
oleh negara.
Sedangkan kekurangan sistem ekonomi sosialis antara
lain; kebebasan ekonomi yang terbatas, hak dan kemampuan individu kurang
dihargai, menurunnya semangat dan gairah untuk berkreasi dan berinovasi,
pemerintah cenderung bersikap otoriter, dan terabaikannya pendidikan moral
masyarakat.
Sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar